Rabu, 24 November 2010

Pemimpin yang Dicintai Rakyatnya

                                             Illustrasi
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sepulang dari pembebasan Yaman, tentara Muslim membawa sejumlah ghanimah (rampasan perang) ke Madinah dan langsung menyerahkannya kepada Khalifah Umar bin al-Khattab. Umar lalu membagikan sehelai pakaian hasil rampasan perang itu kepada setiap penduduk Madinah.

Setelah dibagi rata, Umar kebagian sehelai pakaian. Karena kekecilan, pakaian itu hanya sampai menutupi pahanya. Ia kemudian meminta putranya, Abdullah, untuk memberikan pakaian jatahnya. Umar pun memermak kedua pakaian itu, hingga menutup di atas mata kakinya.

Ia lalu naik mimbar, "Wahai kalian semua, dengarlah apa yang akan kusampaikan .…" Tiba-tiba, Salman al-Farisi menginterupsi, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak akan mendengar dan mematuhi kata-katamu!" Umar bertanya, "Mengapa begitu?"

"Engkau mengenakan dua helai pakaian, sementara kami hanya satu pakaian; di mana letak keadilan? Anda telah berlaku zalim kepada rakyatmu?" ujar Salman protes. Mendengar kritik Salman, Umar tak marah. Ia hanya tersenyum simpul. "Hai Abdullah, berdirilah dan jelaskan duduk persoalannya kepada mereka," ungkap Umar.

Abdullah lalu berkata, "Postur tubuh ayahku itu tinggi. Pakaian jatahnya tidak cukup, lalu jatahku kuberikan kepadanya. Ia lalu menyambungkannya agar bisa menutupi auratnya." Semua sahabat terdiam. Salman kembali berkata, "Kalau begitu, sampaikanlah pesan-pesanmu wahai Amirul Mukminin, kami akan mendengarnya. Instruksimu akan kami laksanakan."

Kisah tentang keteladanan seorang pemimpin juga pernah dicontohkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Suatu ketika, Umar bin Abdul Aziz berada di suatu majelis. Ketika tiba siang hari, ia gelisah dan merasa bosan. Ia lalu berkata kepada yang hadir, "Kalian tetap di tempat sampai saya kembali."

Ia lantas masuk ke peraduannya untuk beristirahat. Tiba-tiba anaknya, Abdul Malik, mengingatkannya, "Wahai Amirul Mukminin, apa yang menyebabkan engkau masuk kamar?" Khalifah menjawab, "Saya ingin beristirahat sejenak."

Putranya kemudian bertanya lagi, "Yakinkah engkau bahwa setiap kematian akan datang, sedangkan rakyatmu menunggu di depan pintumu, sementara engkau tidak melayani mereka?" Sang Khalifah pun terkejut. "Engkau benar, wahai anakku." Ia lalu bangun dan menemui rakyat yang sedang menunggunya.

Kisah kepemimpinan dua Umar di atas telah membuktikan kepada sejarah bahwa pemimpin yang dicintai rakyatnya adalah yang mampu mengesampingkan egoisme pribadi serta kelompoknya. Hati nurani rakyat dan nurani dirilah yang menjadi "pengawal" kepemimpinannya.

Hanya pemimpin berhati nurani yang mau "mewakafkan" jiwa dan raganya untuk berdedikasi demi kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan umat serta bangsanya. Pemimpin berhati nurani dan tulus akan selalu memberi layanan prima bagi rakyatnya. Nabi SAW pernah bersabda, "Mintalah fatwa kepada hati nuranimu." (HR Muslim). Termasuk, dalam memimpin dan mengambil kebijakan.
Red: Budi RaharjoRep: Oleh Muhbib Abdul Wahab
Sumber:

KH Hasyim: 90 Persen PRT di Saudi Bermasalah

KH.Hasyim Muzadi
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok, KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa  90 persen pengiriman Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Saudi Arabia dan beberapa Negara di Timur Tengah bermasalah. ''Yang tidak bermasalah hanya 10 persen saja,” kata KH Hasyim Muzadi yang juga Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS),   dalam siaran persnya yang diterima Republika di Jakarta, Senin (22/11).

Menurut Kiai Hasyim, perbedaan budaya antara Indonesia dan Saudi Arabia, serta Negara Timur Tengah lainnya, membuat PRT Indonesia kerap menemui masalah berat. “Perbedaan budaya ini menyangkut perbedaan cara pandang terhadap pembantu rumah tangga itu. Itu alasan pertama,” jelas Hasyim.

Alasan kedua, menurut Hasyim, pemerintahan Arab Saudi selama ini tidak bisa melakukan kontrol yang maksimal terhadap PRT Indonesia di rumah majikan masing-masing. “Situasinya menjadi repot, karena polisi Saudi Arabia tidak bisa dengan mudah masuk ke rumah majikan pembantu rumah tangga. Sehingga polisi di sana tidak tahu kalau ada pembantu rumah tangga disiksa dan lain-lainya,” ungkap Hasyim.

Karena kelemahan kontrol dari pemerintah Arab Saudi itulah, lanjutnya, masalah PRT Indonesia di Arab Saudi dan sejumlah Negara lainnya sulit terbongkar. “Setelah pembantu rumah tangga itu meninggal, melarikan atau terekpos media, baru bisa diketahui masalahnya,” tuturnya.

Karena itulah, Kiai Hasyim menyarankan pemerintah Indonesia segera menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Wanita khusus PRT ke Saudi Arabia dan Negara Timur Tengah lainnya. “TKW yang pembantu rumah tangga saja yang dihentikan. Karena TKI atau TKW Indonesia banyak juga yang tidak pembantu rumah tangga. Ada yang dokter dan lain-lainnya,” katanya.

Selain menghentikan pengiriman, kata Hasyim, pemerintah juga harus menarik pembantu rumah tangga yang sudah bekerja di sana. “Menariknya pelan-pelan. Kemudian mereka diarahkan untuk bekerja di Negara-negara yang dilindungi International Labour Organization (ILO) atau organisasi buruh di bawah koordinasi PBB,” katanya.

Namun Hasyim mengakui, untuk menarik TKW pembantu rumah tangga di Arab Saudi dan Negara lainnya bukan urusan mudah. Karena itu, diperlukan peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai kepala Negara.

“Yang bisa melakukan ini hanya Kepala Negara dengan melakukan kontak diplomasi tingkat tinggi langsung dengan kepala Negara. Setelah itu, secara teknis menteri terkait yang melaksanakan di lapangan,” katanya.

Selanjutnya, menurut Hasyim, koordinasi lintas kementerian yang diperlukan untuk mengatasi masalah TKI, TKW dan PRT, memerlukan koordinasi terpadu oleh presiden, sehingga tata operasionalnya bisa berjalan secara terpadu. “Kalau hanya diurus menteri masih kurang wibawa,” tandasnya.
Red: Krisman Purwoko
Sumber:

Rabu, 17 November 2010

Pemerintah Arab Saudi Minta RI tak Terlalu Reaktif

Rabu, 17 November 2010, 21:41 WIB
Sumiati, TKI yang dianiaya majikannya di Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta menyampaikan imbauan kepada Pemerintah Indonesia agar tidak terlalu reaktif dalam menanggapi kasus menyangkut TKI di negara tersebut mengingat banyak hal yang semestinya dipertimbangkan terlebih dahulu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Abdulrahman Al-Khayyath dalam wawancara khusus dengan Antara di kediamannya di Jakarta, Rabu malam (17/11).

"Saya sudah dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri RI dan diberi nota protes resmi Pemerintah Indonesia soal kasus penyiksaan seorang tenaga kerja Indonesia (Sumiati, Red.) di Arab Saudi. Atas nama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, saya telah menyampaikan penyesalan mendalam atas terjadinya peristiwa tersebut," kata Dubes Al-Khayyath.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, kata Dubes Al-Khayyath, sungguh-sungguh menyesalkan pula fakta bahwa peristiwa itu terungkap dan beritanya menjadi sangat besar khususnya di Indonesia pada saat kedua negara dalam suasana Idul Adha, dan di hari-hari puncak pelaksanaan ibadah Haji di Mekkah.

Dubes Al-Khayyath menegaskan, Pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa tersangka pelaku penyiksaan terhadap Sumiati itu akan dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya dan akan diperiksa secara hukum. Selanjutnya, berdasarkan bukti-bukti yang sedang dikumpulkan aparat hukum Arab Saudi, tersangka pelaku akan bisa segera diajukan ke pengadilan.

Dubes Al-Khayyath menambahkan, Riyadh menginginkan agar Pemerintah Indonesia jangan terlalu reaktif terhadap isu tersebut karena di Arab Saudi, karena faktanya di sana bekerja lebih dari 1 juta TKI. Jika dibandingkan dengan kasus yang timbul seperti kasus Sumiati itu, maka persentase negatifnya sangat kecil.

Selain itu, mayoritas tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi merasa senang bekerja di negara itu dan tidak sedikit yang datang berulangkali setelah kontrak kerjanya habis. Fakta itu menunjukkan bahwa aspek negatif dari keberadaan pekerja-pekerja Indonesia di Arab Saudi sangatlah kecil.

Rata-rata pekerja Indonesia di Arab Saudi selalu diajak para majikan mereka manakala mereka berlibur ke Eropa atau negara-negara lain. Selain itu, fasilitas kesehatan, kamar dan makan sepenuhnya ditanggung majikan sehingga gaji hampir bisa disimpan secara utuh.

Al-Khayyath menambahkan, para pekerja asing di Arab Saudi, bukan hanya dari Indonesia, mendapat perlindungan hukum sepenuhnya dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. "Apalagi yang dari Indonesia, karena kita sama-sama negara Muslim," kata Dubes, yang menyayangkan pemberitaan media di Indonesia cenderung tidak berimbang.

Terkait reaksi di Indonesia, Dubes Al-Khayyath secara khusus meminta pengertian Jakarta bahwa hari-hari ini tidak tepat jika ada menteri atau pejabat tinggi Indonesia datang ke Arab Saudi apalagi hanya khusus mengurusi persoalan itu. "Cukup percayakan kepada kami. Jika mereka datang pun siapa yang akan ditemui? Para pejabat kami sedang sibuk mengurusi masalah haji," tegasnya.

Konsulat Jenderal RI di Jeddah pekan lalu telah menerima laporan bahwa seorang TKI asal Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada 8 November, dibawa ke Rumah Sakit King Fahd, Arab Saudi karena dianiaya berat oleh istri majikan dan mengalami luka fisik yang sangat serius.

Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicaranya, Michael Tene, Selasa (16/11), menyatakan kondisi fisik Sumiati memprihatinkan, terdapat luka hampir di seluruh tubuh korban.
Red: Endro YuwantoSumber: Republika.co.id,
antara.

Selasa, 09 November 2010

Obama Tersenyum Lebar Saat SBY Sebut Nasi Goreng dan Rambutan

                                                       Presiden Obama&Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Jamuan makan malam untuk menghormati Presiden Amerika Serikat Barack Obama berlangsung akrab. Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Obama akan berkunjung lagi di waktu mendatang bersama dua buah hatinya, Sasha dan Malia.

Obama tersenyum lebar saat Presiden SBY menyebut menyediakan bakso, nasi goreng, dan rambutan dalam menu jamuan. "Berdasar informasi, itulah makanan kegemaran Yang Mulia ketika kecil," ujar SBY.

Presiden menyebut menu makanan itu setelah menyatakan keinginannya untuk menyajikan seni budaya berupa tari-tarian Indonesia tak bisa dilakukan. "Tidak tepat dilakukan, karena kami sedang berduka. Tapi kami memastikan bakso, nasi goreng, dan rambutan tersedia dalam jamuan ini."

Daftar menu di meja makan dalam jamuan itu sempat tertangkap kamera televisi. Beberapa menu makanan yang dihidangkan adalah Nasi Goreng Sunda Kelapa, Bakso Kondang, Bakpao, Ayam Goreng, dan Bebek Panggang. Dalam beberapa kesempatan, Obama pernah mengungkapkan kerinduannya mencicipi nasi goreng dan bakso yang menjadi favoritnya ketika berada di Indonesia.

Obama tiba di Istana Negara pada pukul 20.40 WIB. Sesaat setelah duduk di mejanya, Obama langsung berdiri lagi menyalami para pejabat Indonesia yang hadir dalam jamuan itu, seperti Ketua DPD Irman Gusman dan Ketua MK Mahfud MD. Makan malam itu diiringi oleh musik tradisional Bali.
Sumber: http://www.republika.co.id/kanal/breaking-news/nasional
               Selasa, 09 November 2010, 21:56 WIB

Jamu Jiwa

Assalamu alaikum ..

Hanya Ingin Mengingatkan .
Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ...

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat menjawabnya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya .....

1. Dunia itu racun, zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun, zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun, zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu obatnya.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :

1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.

Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan kesabaran.

Beberapa kata renungan dari Qur'an :

Orang Yang Tidak Melakukan Solat:

Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Zuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
Maghrib: Tidak dipatuhi oleh anak-anaknya.
Isya : Dijauhkan ketenangan dalam tidurnya



Wassalam.
SumbeR:Asbar.blogspot.com

Sabtu, 06 November 2010

Kali Gendol Tak Berfungsi Tertutup Material Vulkanik

Breaking News / Nusantara / Sabtu, 6 November 2010 16:24 WIB

Metrotvnews.com, Sleman: Hujan lebat yang terus menguyur wilayah Yogyakarta, menyebabkan banjir di sejumlah aliran sungai yang berhulu Gunung Merapi. Satu di antaranya adalah Kali Gendol. Akibat menumpuknya abu material vulkanik Merapi, menyebabkan Kali Gendol disfungsi.

Pemantauan Metro TV di Kali Gendol, Sabtu (6/11), lahar dingin bercampur material vulkanik menutupi kali tersebut. Sedangkan di jembatan di atas kali tersebut masih terlihat kepulan dari pasir vulkanik yang masih panas.

Selain lahar dan material vulkanik, kali yang menghubungkan dua desa di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, itu juga dipenuhi batang-batang pohon serta batu-batu cukup besar. Hampir dipastikan butuh tenaga banyak dan waktu untuk membersihkan jalanan di sepanjang Kali Gendol. Jalan itu sangat dibutuhkan untuk mengevakuasi korban.

Sementara itu, meski masih bisa mengalirkan air, Kali Code mengalami pendangkalan akibat banyaknya guguran material vulkanik Merapi. Air kali yang mengalir dan melintasi Kota Yogyakarta, nyaris mendekati tanggul sungai. Akibatnya banyak saluran pembuangan MCK milik warga tesumbat.(DSY)
Sumber:metrotvnews.com

Senin, 01 November 2010

Jogja Berduka

26 Oktober 2010, pukul 17.50. Hari itu Gunung Merapi mengeluarkan awan panasnya. Sehingga banyak warga lereng mengungsi ke selatan. Waktu itu pula ada sejumlah -+ 30 orang meninggal dalam bencana alam itu. Termasuk salah seorang tokoh juru kunci Gunung Merapi yaitu "Mbah Marijan". Beliau meninggal karena terkena awan panas yang menyambar. Hingga saat ini masih muncul semburan-semburan awan panas yang menyapu lereng-lereng Gunung Merapi.
sumber:jogja humoriezt blogspot.com
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cbox