Senin, 24 September 2012

Tips Makanan dan Belanja Bagi Jemaah Haji ONH Biasa

                                              Ilustrasi/ Admin (shutterstock)
Sekarang sudah mulai musim pemberangkatan calon haji ke Arab Saudi untuk melaksanakan wukuf puncak haji tanggal 26 Oktober 2012. Bagi Anda umat muslim yang mengikuti haji ONH (Ongkos Naik Haji) Biasa tidak perlu khawatir soal kekurangan makanan selama di tanah suci.
Karena uang pengembalian haji yang diterima bagi calon jemaah haji sebesar 1500 Real atau sebesar Rp 3.900.000 dari Departemen Agama yang akan diserahkan bagi jemaah haji yang akan berangkat dan diberikan di asrama haji itu sangat cukup untuk bekal membeli makanan dan oleh-oleh selama jemaah haji melaksanakan ibadah.
Karena menjalankan ibadah haji ONH Biasa selama 40 hari jemaah haji dari Departemen Agama sudah mendapat jatah makan gratis selama delapan hari di Kota Medinah untuk melaksanakan sholat arbain di Masjid Nabawi dan di Padang Arafah selama tiga hari untuk menjalankan wukuf. Jadi jemaah haji sudah mendapat gratis 11 hari makan selama di tanah suci.
Untuk makan sehari-hari selama di Kota Mekah banyak makanan khas Indonesia yang dijual dengan harga murah. Contohnya nasi putih, seiris tempe dan tahu, sayur pecel, kerupuk rata-rata harganya satu real atau Rp 2.600. Kalau dianggap sekali makan siang cukup lima real maka cukup Rp 13.000 biaya yang Anda perlukan untuk makan siang di tanah suci.
Kalau ingin mewah sedikit bisa makan nasi rawon , nasi soto atau bakso yang harganya 10 real atau Rp 26.000. Kalau Anda ingin lebih berhemat bisa sarapan roti tawar dan teh tarik atau teh susu yang rata-rata harganya juga satu real.
Dianggap saja selama musim haji Anda beli terus untuk makan siang dan malam maka dianggap 25 real sehari biaya makan dan jumlahnya dikalikan 30 hari maka Anda cukup belanja untuk makanan 750 real atau sebesar Rp 1.950.000. Maka Anda masih dapat penghematan dari bekal ONH Rp 3.900.000 – Rp 1. 950.000 = Rp 1.950.000 hampir separoh sendiri bisa untuk beli oleh-oleh buat keluarga di tanah air.
Hotel atau penginapan haji selama di Arab Saudi juga menyediakan fasilitas daya listrik yang unlimited. Sehingga jemaah haji yang membawa alat memasak listrik untuk menanak nasi, menyeduh air, memasak mie isntan tidak perlu khawatir soal daya listrik. Untuk lebih hemat lagi memang disarankan membawa mie instant, sambal, lauk kering, gula, teh dan kopi dari tanah air. Karena rasa mie istant yang dibeli di Arab Saudi beda jauh rasanya dengan di Indonesia karena rasanya sudah disesuaikan dengan lidah Arab.
Bagi ibu-ibu yang ingin masak sendiri belanja sayur juga gampang di sekitar lokasi wisma haji Indonesia pasti banyak penjual sayur dan lauk. Dengan teman sekamar yang rata-rata delapan orang kita bisa sharing menanak nasi bersama atau masak bersama. Penulis melaksanakan ibadah haji tahun 2007 sering sharing dengan teman sekamar berbagi lauk yang berbeda.
Kalau Anda ingin mewah sedikit sekali-sekali makan ayam Kentucky atau kebab di sekitar Masjidil Haram di Mekah hargannya juga sekitar 25 real atau Rp 65.000 tapi makan ayam Kentucky di tanah suci tidak ada nasi hanya kentang dan ayam goreng saja. Banyak kebab dijual juga rata-rata 10 - 20 real harganya. Pas suara adzan toko-toko penjual makanan ini akan langsung tutup untuk melaksanakan sholat. Jadi beli makanan supaya lebih santai setelah melaksanakan sholat.
Jadi Anda tidak perlu kehabisan bekal dan kekurangan makanan selama mengikuti ONH Biasa di tanah suci. Apalagi sewaktu menjalankan ibadah wukuf di Padang Arafah, Pemerintah Arab Saudi menyediakan banyak mesin pendingin minuman yang tersedia di beberapa tempat sehingga calon haji tinggal ambil minuman juice buah sepuasnya.
Untuk tips belanja oleh-oleh haji sebaiknya dilakukan setelah melakukan ibadah wukuf karena harga barang-barang untuk oleh-oleh sudah turun harganya dibanding sebelum wukuf dibelinya. Sewaktu wukuf calon haji juga harus meninggalkan kopernya di penginapan haji sehingga barang-barang berharga yang berat akan ditinggal apabila melaksanakan wukuf selama tiga hari di Padang Arafah.
Belanja di pasar, toko atau di mall selama musim haji di Kota Mekah, Madinah, dan Jeddah tetap harus menawar. Karena harganya bisa turun sampai 50 persen kalau Anda pintar menawar. Penjual di Arab Saudi banyak yang pintar berbahasa Indonesia untuk ucapan angka sehingga jemaah haji tidak perlu takut menawar dalam bahasa Indonesia.Kadang-kadang dengan alat kalkulator juga bisa menentukan harga jual.
Jangan lupa menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji dengan menjaga makanan bergizi, makan buah, dan minum vitamin. Sedia payung atau topi dari sengatan matahari apabila jemaah haji berkunjung keluar kota atau berangkat ke masjid . Bagi jemaah haji wanita disarankan wajah selalu memakai suncream 50 UPF untuk menjaga sengatan matahari.
Sumber:kompasiana.com

Kamis, 20 September 2012

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


 


PENGERTIAN DASAR

Hasil lesson learned saya sebagai pendamping/fasiliator dan motivator pemberdayaan masyarakat lebih dari 20 tahun menangkap satu pengertian bahwa pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses social menambah daya kemampuan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupannya sesuai dengan dinamika lingkungannya. Daya kemampuan masyarakat berbeda beda dan mempunyai spesifikasi sendiri pada setiap komunitas. Setiap komuitas mempunyai modal social, sumberdaya manusia dan sumberdaya alam, beban, persolan dan tantangan yang berbeda beda. Oleh karena itu proses percepatan peberdayaan pada setiap masyarakat berbeda beda pula.

LANDASAN BERPIKIR

Otology; dalam ranah teori ilmu ilmu social inti fakta social pemberdayaan masyarakat masuk pada ranah non-realis atau bisa disebut nomotetis. Dinama fakta social pemberdayaan masyarakat adalah merupakan pikiran manusia. Fakta social pemberdayaan ada pada pikiran manusia. Dengan demikian ada berbagai pemahaman fakta social pemberdayaan masyarakat dari berbagai pikiran orang.

Epistemology; landasan berpikir atau landasan keilmuan pemberdayaan masyarakat lebih berada pada landasan keilmuan non positivis. Dimana fakata social pemberdayaan masyarakat tidak berlandaskan pada keilmuan “obyektivitas” atau ilmu alam. Fakta pemberdayaan masyarakat sulit untuk digeneralisasi seperti ilmu ilmu alam. Misalnya fakta berdayanya masyarakat desa tertentu akan berbeda dengan desa lain.

Methodology; methodology untuk memahami fakta social pemberdyaan masyarakat lebih tepat menggunakan description dan kualitatif dari pada menggunakan statisitik atau kuantitatip. Karena fakta social pemberdayaan masyarakat lebih bersifat subyektip yang berhubungan dengan sikap dan karakter manusia.

PROSES YANG MENGGANGGU PEMBEDAYAAN MASYARAKAT

Instan; Lihatlah proses kepompong yang akan melahirkan kupu kupu. Dia terlihat sangat berjuang keras, susah, sulit dan berproses lama. Jangan sekali kali kita iba dengan proses itu, sebab kalau kita iba bisa tangan kita membantu menggunting ujung kepompong tersebut. Memang ketika ujung kepompong itu kita gunting, akan sangat mudah kupu kupu itu keluar. Namun keluarnya kupu kupu dengan intervensi gunting, akan mengakibatkan kupu kupu itu tidak akan bisa terbang sepanjang hidupnya. Proses pemberdayaan masyarakat juga seperti itu analoginya. Lihat saja ketika warga mamu membangun balai desa bisa saja terjadi sangat sulit dan sangat lambat, namun kalau kita langsung memberi bantuan membangunkan balai desa tersebut, bisa jadi selamananya desa tersebut tidak akan pernah mampu mebuat balai desa sendiri. Kalupun rusak, mereka akan lebih suka mencari bantuan lagi dari pada membangunnya secara mandiri.

Pragmatis; Ingat ada ceritera seekor monyet baik hati akan menolong ikan yang akan terkena banjir. Monyet membayangkan bahwa banjir itu sangat berbahaya dan bisa membawa korban. Maka ketika monyet yang sedang di atas pohon melihat air banjir yang sedang datang, maka dengan tergesa gesa dia ingin menyelamatkan ikan yang ada dipinggir sungai, dan dengan penuh kasih saying ikan itu diambil dan dibawa ke atas pohon agar tidak terkena air banjir. Apa akibatnya? Justru ikan yang ditolong akhirnya mati di atas pohon. Monyet tidak menyadari bahwa ikan tidak seperti monyet yang bisa mati akibat banjir. Proses pemberdayaan masyarakat juga hampir sama dengan analogi tersebut, hal ini bisa dilihat banyak barbagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat dengan niat baik, namun akibatnya justru membawa kerugian atau penderitaan bagi masyarakat itu sendiri. Contoh riilnya bisa dilihat pada berbgai project bantuan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi non pemerintah.

Hedonism; Apa yang terjadi bila seorang anak kecil tidak diberi kesempatan untuk kehujanan, untuk kepanasan, untuk kelelahan? Bisa jadi akibatnya ketika anak tersebut terkena hujan, terkena teriknya matahari dan kelelahan sedikit akan jatuh sakit. Karena anak tersebut terlalu dibimbing untuk memanjakan dirinya. Pemberdayaan masyarakat mempunyai analogi bahwa masyarakat yang terlalu suka memmanjakan diri akan justru menjadi rentan tidak berdaya. Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang mampu menghadapi berbagai dinamika dan perubahan social.

Konsumtip; Proses penambahan daya merupakan proses akumulasi modal kehidupan, akumulasi modal kehidupan masyarakat akan sulir terwujud apabila dilakukan pada masyarakat yang konsumptip. Karena hampir semua hasil nilai tambah kerja dan usahanya akan terserap habis oleh para pedagang. Kebutuhan dan keinginan hidup masyarakat konsumtip akan dikontruksi oleh iklan dan promosi bukan keluar dari program kehidupan masyarakat itu sendiri.

TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

ILUATRASI

Teknik dan strategi Pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilakukan secara artifisial namun diperlukan satu proses pembelajaran tahap demi tahap yang membutuhkan waktu dan ketekunan.

Contoh 1; Kalau akan menambah daya kecerdasan masyarakat, tidak bisa hanya memberi pelatihan, training atau disekolahkan. Namun perlu ada proses memberi kesempatan warga untuk menghadapi berbagai kesulitan. Semakin sering warga mampu mengatasi kesulitan makan akan meingkat kecerdayasannya.

Contoh 2; Kalau akan menambah daya kekuatan masyarakat, tidak bisa hanya diberi bantuan dan dukungan saja. Namun perlu ada proses memberi kesempatan warga untuk menambah beban. Semakin sering warga mampu menanggung tambahan beban makan akan menambah daya kekuatan warga itu sendiri.

Contoh 3; Kalau akan menambah daya masyarakat untuk menghadapi masa depannya, bukan langsung diajak untuk membuat perencanaan program. Namun dampingilah dulu mereka untuk merindukan kondisi tertentu di masa yang akan datang. Atinya kembangkan dulu visioning masyarakat sampai pada tahap kerinduan. Kalau masyarakat sudah merindukan sekali akan gambaran kondisi yang masa depannya, mereka akan menggerakan diri untuk merencanakan berbagai hal untuk mewujudkan kondisi tersebut.

PENDIDIKAN WARGA

Program utama untuk pmberdyaan masyarakat adalah program pendidikan warga. Komposisi pendidikan warga untuk pmberdayaan masyarakat adalah 70% untuk pengembangan karakter, penjiwaan dan sikap, 20% untuk ketrampilan dan pengembangan teknologi dan 10% adalah untuk pengetahuan.

Materi pendikkan warga yang menjadi pokok bahasannya utama adalah soft value / idiologis, soft skill, soft knowledge, soft technology. Sedangkan pokok bahasan pendukung adalah nick premiership, kecerdasan emosional, kecerdasan intelktual dan kecerdasan spiritual.

PENYEDIAAN FASUM

Program pendukung pemberdayaan masyarakat adalah mempermudah warga dalam mengakses terhadap sarana transportasi, komunikasi/informasi, listrik / enegy, pasar, permodalan, pendidikan, air bersih, dan kesehatan.

PERLINDUNGAN

Pemberdayaan masyarakat akan sia sia kalau tidak ada kebijakan public yang benar benar melindungi warga dari ancaman pasar bebas, ekonomi rente, keliaran industrialisasi dan pelestarian lingkungan, kestabilan harga pangan dan harga energy serta keamanan secara umum.

ADVOKASI

Salah satu indicator masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang mampu mempertahankan dan membela hak hak dasarnya sebagai warga Negara dan warga duni (HAM). Maka dari itu program advokasi khususnya yang non litigasi sangat diperlukan untuk pendukung program pemberdayaan masyarakat.
trasnkrip Dari:Fajar Sudarwo (Mas jarwo)

Minggu, 16 September 2012

 

Hati-hati Dalam Membuat Singkatan Dalam Agama


Sebagai muslim patutlah kita memberi salam pada saudara seiman kita. “Assalamu’alaikum, ukhti, akhi..?” atau ” Assalamu’alaikum Warohmatullah…”, salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam bersabda,
“Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]
Ucapan salam adalah doa.Para ulama menjelaskan bahwa As Salam itu termasuk nama Allah. Sehingga jika kita mengucapkan Assalamu’alaikum, maka ini berarti kita mendo’akan saudara kita agar dia selalu mendapat penjagaan dari Allah Ta’ala. Ada juga sebagian ulama mengartikan bahwa As Salam dengan keselamatan. Sehingga jika kita mengucapkan Assalamu’alaikum, maka ini berarti kita mendo’akan saudara kita agar dia mendapatkan keselamatan dalam masalah agama ataupun dunianya. Jadi makna salam yang terakhir ini berarti kita mendo’akan agar saudara kita mendapatkan keselamatan dari berbagai macam kerancuan dalam agama, selamat dari syahwat yang menggelora, juga agar diberi kesehatan, terhindar dari berbagai macam penyakit, dan bentuk keselamatan lainnya. Dengan demikian, salam adalah bentuk doa yang sangat bagus sekali.
Karena sebab itu janganlah kita menyingkat-nyingkat salam, misal dalam e-mail, sms (mau ngirit yee?), memberi komen, atau bahkan saat chatting dengan tulisan “Ass. Salamlikum, Ass. wr wb”, itu tidak ada maknanya. Begitu juga saat menjawab salam, dengan “Wss. wr wb, Wass (emangnya was-was??)”. Tulislah dengan lengkap (maksutnya jangan disingkat), jawablah dengan lengkap dan saat mengucapkan pun, ucapkan dengan penuh, jangan dipotong. Bukankah mengucap salam juga menyebar siar Islam.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian istilah/kata-kata Islam yang pada awalnya dimaksudkan sebagai penghormatan tapi pada hakikatnya adalah hujatan dan penghinaan terhadap agama yang mulia ini.
jangan tulis/katakan “Mosque” tapi katakan “Masjid”
karena “Mosque” berasal dari kata “mosquitos” yang berarti nyamuk
jangan tulis/katakan “Mecca” tapi tulis “Makkah”
karena “Mecca” memiliki arti: pabrik anggur (house of wines”
jangan tulis/katakan “Mohd” tapi katakan “Muhammad shallallahu `alaihi
wasallam”
karena “mohd” memiliki arti: anjing yang memiliki mulut yang besar
Kenapa ya cuman tingal nambahin sedikit aja untuk melengkapi salam aja kok susahnya minta ampun… Dalam sms juga, nulis salam aja di singkat-singkat padahal isinya ditulis secara langkap… yah mendingan nggak usah pake salam sekalian yak kalo “setengah hati ” gitu…
Gimana menurut temen-temen…? Ada tambahan..?
semoga bermanfaat. wallohu’alam bishowab.
jd jgn skali2 menyingkat salam
dari berbagai sumber. sumber: generasiawal.blogspot.com)

MUNAS-KONBES NU 2012



Pidato Iftitah Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Pada Pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU Di Pesantren Kempek Cirebon, Tanggal 15 September 2012.


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين, وبه نستعين على أمور الدنيا والدين, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صادق الوعد الأمين, اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك خاتم النبيين, المبعوث رحمة

للعالمين, سيدنا وحبيبنا وشفيعنا محمد وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه واهتدى بهديه إلى يوم الدين. أما بعد

Yang kami muliakan para alim ulama, habaib dan masyayikh panutan umat
Yang kami hormati peserta Munas dan Konbes NU yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Yang kami hormati sahabat-sahabat insan pers baik dari media cetak maupun media elektronik.

Para hadirin dan hadirat yang berbahagia

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja-puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas perkenan dan ridla-Nya, yang telah memungkinkan kita untuk bertemu dalam forum yang mulia ini, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Kempek Cirebon Jawa Barat. Shalawat dan salam semoga senantiasa melimpah pada junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW, Nabi penebar rahmat untuk semesta alam.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia

Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama merupakan agenda organisasi yang diamanatkan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Musyawarah Nasional merupakan forum permusyawaratan para alim ulama NU, baik yang duduk dalam struktur kepengurusan maupun berkedudukan sebagai ulama NU non-struktural. Forum ini dimaksudkan untuk membahas berbagai perkembangan masalah keagamaan dan kebangsaan yang terjadi pasca muktamar NU yang ke-32 di Makassar. Sedangkan Konferensi Besar merupakan forum permusyawaratan para pelaksana organisasi NU (tanfidziyah) guna mengevaluasi perjalanan organisasi dalam periode yang sama, guna melangkah untuk waktu-waktu berikutnya.

Dengan demikian, Munas dan Konbes NU tidak saja berkutat membicarakan persoalan internal organisasi Nahdlatul Ulama, melainkan lebih dari itu membahas persoalan bangsa dan negara, di mana NU merupakan salah satu bagiannya yang penting.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia

Dalam kaitannya dengan masalah internal organisasi, Munas dan Konbes merasa wajib untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) terkait dengan keberadaannya sebagai organisasi sosial keagamaan (jam`iyyah diniyyah ijtima`iyyah) yang mengusung paham keagamaan ahlus-sunnah wal jamaah (aswaja). NU sangat menyadari bahwa puluhan bahkan ratusan juta penganut paham aswaja di Indonesia masih selalu membutuhkan bimbingan dan arahan dari para ulama. Di sinilah kita layak mempertanyakan, sejauh mana NU melalui para pemimpin dan tokohnya telah melakukan tugas bimbingan dan pengarahan (irsyad wa tawjih) terhadap umat yang haus akan bimbingan itu. Begitu pula peran NU dalam bidang sosial kemasyarakatan perlu terus menerus dipertanyakan. Kerja sosial NU dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kebudayaaan dan yang semacamnya harus selalu ditingkatkan. Dengan cara seperti itulah, warga dan umat bisa merasakan manfaat dari keberadaan Nahdlatul Ulama sebagai sebuah organisasi. Jangan sampai terjadi bahwa warga NU dan umat serta bangsa justru merasa bahwa ada atau tiadanya NU sebagai sesuatu yang tidak penting, yang dalam bahasa santri terkenal dengan ungkapan :

وُجُوْدُهَا كَعَدَمِهاَ

(adanya NU sama saja dengan tiadanya).

نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ ذلِكَ

Hadirin dan hadirat yang berbahagia
Adapun dalam kaitannya dengan masalah-masalah di luar NU, yang menyangkut kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, NU merasa memiliki kewajiban untuk memberikan sumbangan pemikiran secara pro aktif demi tercapainya tujuan NKRI, yakni masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. NU menyadari bahwa kelangsungan hidup NKRI ini sangat bergantung kepada partisipasi segenap elemen bangsa di mana NU merupakan bagian yang tidak bisa diabaikan. Untuk itulah dalam Munas NU kali ini berbagai persoalan bangsa dikaji dalam perspektif keagamaan dan kebangsaan dalam rangka upaya mendekatkan realitas kehidupan berbangsa dan bernegara kepada tujuan proklamasi.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia

Sebagaimana kita maklumi bersama, bangsa kita telah melalui tahapan sejarah yang telah mewarnai pasang surut kehidupannya;sejak masa perjuangan merebut kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru, dan era reformasi. Kita wajib mengakui bahwa kehidupan di era reformasi telah terbukti membawa kemajuan yang berarti. Kehidupan politik bangsa semakin demokratis, kebebasan pers, kebebasan berorganisasi, menyalurkan aspirasi politik, mengembangkan pendidikan dan dakwah tanpa pembatasan-pembatasan, semakin dirasakan oleh rakyat. Berbagai tindakan represif yang di era sebelumnya banyak dirasakan oleh sebagian masyarakat, kini semakin berkurang, bahkan hampir tiada. Begitu pula perkembangan ekonomi masyarakat relatif stabil. Namun, demikian hal ini tidak boleh menjadikan kita terlena dan puas diri. Harus diakui bahwa di sana sini masih terdapat berbagai kekurangan, baik karena hal itu belum tersentuh oleh upaya reformasi, maupun dikarenakan sebagai ekses dari reformasi itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui reformasi, yang `terlalu` bersemangat kadang-kadang harus membawa dampak yang kurang baik bahkan kontra produktif. Itulah antara lain makna ungkapan Al- Imam Hujjatul-Islam Abu Hamid al-Ghazali:

كُلُّ مَا جَاوَزَ حَدَّهُ عَادَ إِلَى ضِدِّهِ

(segala sesuatu yang melampaui batasnya akan kembali kepada hal yang sebaliknya). Untuk itulah, dalam Munas kali ini berbagai persoalan yang dianggap sebagai kekurangan dan kelemahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibahas untuk dicarikan solusinya. Kita lakukan semua itu dalam rangka semangat yang terkandung dalam ungkapan khalifah ke 2 Sayyiduna `Umar ibnul-Khaththab RA :

مراجعة الحق خير من التمادى فى الباطل

(Merujuk kembali kepada yang benar lebih baik daripada berlarut-larut mempertahankan yang salah)

Akhirnya kepada semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, yang telah memberikan dukungan, bantuan dan partisipasinya dalam penyelenggaraan Munas dan Konbes ini, kami atas nama PBNU menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, teriring doa:

جزاكم الله خير الجزاء وأحسنه آمين

Atas segala kekhilafan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Munas dan Konbes kali ini, kami memohon maaf sedalam-dalamnya. Untuk kesuksesan Munas dan Konbes ini pula kami memohon bantuan doa, saran dan masukan. Semoga Allah berkenan mengabulkan! Amin.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والله الموفق إلى أقوم الطريق, وهو الهادى إلى الصراط المستقيم,
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Cirebon, 15 September 2012
DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH
Rais ‘Aam PBNU
Sumber:NU.co.id.

Sabtu, 15 September 2012


Pembuat Film Anti-Islam Ditangkap Polisi
 


                                                                         Film anti-Islam yang memantik kemarahan Muslim dunia
 

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pembuat film anti-Islam, Sam Bacile alias Nakoula Basseley Nakoula , digelandang ke kantor kepolisian, Sabtu (15/9). Sutradara sekaligus produser The Innocence of Muslims ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh polisi.

Laporan media lokal NBC News menyebutkan, Bacile dijemput sejumlah petugas di rumahnya di Cerritos, California, dini hari waktu setempat. Saat ditangkap, ia mengenakan mantel, topi, syal dan kacamata.

Pejabat kepolisian setempat menyatakan, Bacile akan menjalani sejumlah pemeriksaan terkait film buatannya yang telah memicu aksi protes dan kemarahan umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Ia mengatakan, Bacile tidak melakukan perlawanan saat dijemput petugas.

"Ia setuju untuk menjalani pemeriksaan secara sukarela," kata sumber yang enggan disebut namanya itu seperti dilansir AFP.

Bukan kali ini saja Bacile berurusan dengan hukum. Pada 2009 lalu, ia terbukti bersalah dalam konspirasi penipuan bank. Ia juga pernah dipenjara selama satu tahun atas kepemilikan atas kepemilikan obat terlarang pada 2007.

Bacile dibebaskan secara bersyarat atas kasus penipuan bank pada Juni tahun lalu. Salah satu syarat kebebasannya adalah ia dilarang menngakses komputer dan internet selama lima tahun. Namun, pembuatan film Innocence of Muslims diyakini dimulai hanya beberapa pekan setelah ia menjalani masa bebas bersyarat itu.

Redaktur: Heri Ruslan

Reporter: Adi Wicaksono
Sumber:REPUBLIKA.co.id

Rabu, 05 September 2012


Rezeki yang Tertahan
 


Ilustrasi
 
 
Oleh: Abu Albi Bambang Wijonarso
Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi, benar atau tidak cara mendapatkannya.

Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang dan lainnya.

Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan oleh masalah pembagian rezeki ini. Dia merasa rezekinya sedang seret, padahal sudah berusaha maksimal mencarinya.

Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla menahan rezeki yang bersangkutan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.

Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Kita menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal, Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS. Ath-Thalaq [63]: 3).

Kedua, karena dosa. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad).

Ketiga, bermaksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi, manipulasi, akan membuat rezeki kita tidak berkah.

Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia dan tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita telanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Banyak aktivitas kita yang membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh. Kita disibukkan oleh kerja, sehingga lupa shalat, lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, lupa menuntut ilmu agama, lupa menjalankan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Akibatnya, pekerjaan kita tidak berkah.

Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat pada Allah. Sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.

Kelima, enggan bersedekah. Siapa pun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan, serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh butir, yang pada tiap-tiap butir itu terurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS al- Baqarah [2]: 261). Wallahu a’lam.

Sunber: Republika.co.id_Dunia islam/hikmah
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cbox